Cerita-Pendek.Com | Selamat Datang Pecinta Cerita Pendek
Cerita Pendek Cerita Kita merupakan kumpulan kejadian yang diambil dari kehidupan disekitar penulis.

Serial Bang Tegar : Kategori Golput “ Alamak bangga kali kalian dengan golput !!” Bagikan

 “ Nah Holiday kenapa kau tak memilih kemarin ?”
“ Aku tak terdaftar di DPT bang..”
“ NAH.. !! apa ku bilang, ini bukan memilih untuk tidak memilih, ini namanya gak bisa memilih,… lalu kenapa kau bisa tidak terdaftar ?”
“ Di tempat kostku, tidak ada yang mendata bang”
“ Itu salahmu juga.. setiap ditagih sewa kost kau pindah ! setiap pindah tak lapor pak RT, pendatang gelap kau tuh !! wajar tak terdata…, jadi kau bukan kategori golput idealis, kau itu golput kategori alpa administrative, mengerti kau ?!!”
“ Iya bang “
“Ah..bagus kalau mengerti, bawa sini rokokmu itu !”
“ Heh !! kumpul-kumpul saja.. tak masuk kuliah kalian ?”
“ Sudah bang … tadi jam 8, ini lagi santai sambil ngobrol”
“ AH rugi ibu kantin kalau kalian ngobrol-ngobrol saja di tempatnya ini, sambil makan lah… oh iya ngobrol apa kalian ?“
“ Masalah pemilu kemarin bang, “
“Ah iya apa pilihan kalian kemarin ?”
“ Kami semua ternyata sama bang, memilih untuk tidak memilih alias Golput bang !”:
“ Alamak bangga kali kalian dengan golput !”
“ Ini masalah pilihan bang, masalah idealisme !”
“ NAH inilah anak muda nih, selalu seperti sok otak idealis tapi sebenarnya otak kronis !!, coba kutanya satu-satu… kau ! Marpaung , pesankan dulu kopi untuk abangmu ini.., sekalian kau bayar “
“ aduh bang Tegar.. belum juga siang sudah kena pajak aku..!”

“ Nah Holiday kenapa kau tak memilih kemarin ?”
“ Aku tak terdaftar di DPT bang..”
“ NAH.. !! apa ku bilang, ini bukan memilih untuk tidak memilih, ini namanya gak bisa memilih,… lalu kenapa kau bisa tidak terdaftar ?”
“ Di tempat kostku, tidak ada yang mendata bang”
“ Itu salahmu juga.. setiap ditagih sewa kost kau pindah ! setiap pindah tak lapor pak RT, pendatang gelap kau tuh !! wajar tak terdata…, jadi kau bukan kategori golput idealis, kau itu golput kategori alpa administrative, mengerti kau ?!!”
“ Iya bang “
“Ah..bagus kalau mengerti, bawa sini rokokmu itu !”

“ Kau ! Peter tak memilih kau kan ?! knapa?”
“ Tak ada yang ku kenal caleg-calegnya bang, daripada salah pilih, tak datanglah aku ke TPS”
“ Nah apalagi yang ini , kerjamu di lapo tuak saja, mana ada caleg sampai ke warung tuak tuk kampanye, kalau pergaulanmu diwarung tuak terus… ya sulit mencari caleg yang kau kenal, apa kau berharap teman minum tuakmu itu mencaleg agar ada yang kau kenal, BAH ! bodoh kali kau ini, baca koran makanya kau, lihat prestasi orang”
“ Sudah bang… janji-janji semua, pusing aku !”
“ AH lihat koran pusing..! minum tuak segar otakmu..!!, si Holiday ini kategori golput karena kurang pengetahuan”
“Ah buruk kali kategori ku bang “

“ Kalau kau kenapa Patu ?”
“ Aku betul-betul tak ingin memilih bang”
“ Ah bohong kau !!, kau pergi liburan ke pantai Lauri, pantas kau tak memilih !!”
“ Ah abang tau darimana ?”
“ Si Mira telepon abang bilang diajakmu menginap 2 hari di Lauri”
“ LOH !! kenapa pacarku telpon-telponan dengan abang?”
“ Oh.. Eh..Focus.. focus.. nah jadi kau itu juga bukan golput idealis.. , kau itu golput kategori oportunis, bersembunyi dibalik golput atas perbuatanmu, paham kau …!!? “
“ Paham bang, tapi si Mira memangnya sering telpon abang?”
“Nantilah kita bahas itu…”

“ Nah kau Marpaung, bawa sini kue tuh !, kau juga golput kan ?”
“ Iya bang “
“ Kenapa ? kau tak masuk DPT ?”
“Masuk bang “
“ Ah bagus, apa kau tak kenal dengan para calegnya ?”
“ Ada bang yang ku kenal, kebetulan satu marga denganku”
“ Nah bagus lagi itu, oh jadi kau pergi tamasya juga seperti si Patu itu ?”
“Tidak bang, ada aku di kost”
“ Lalu kenapa kau golput !!”
“ Ini bang.., kudengar akan ada serangan fajar, bagi-bagi uang sebelum memilih, lama ku tunggu.. tapi tak datang-datang juga, kesal aku, padahal aku sudah dijanjikan , jadi sebagai balasannya aku tak pilih dia, tapi masalahnya aku tak kenal dengan yang lain, akhirnya kubiarkan kosong saja kertas suara itu”
“Alamak…. Ada spesies macam kau nih !, ini namanya kategori golput materialis, yang tak mau rugi kalau memilih”

“ abang sendiri pilih siapa ?“
“ Aku… !! itulah… abang bangun kesiangan , pas mau ke TPS ternyata sudah tutup, jadi abang tak bisa memilih ”
“ ITU NAMANYA GOLPUT PEMALAS BANG, MASUK KATEGORI BARU !!!”

1 komentar:

yoni mengatakan...

kalau saya golput tidur kayaknya hehe