Cerita-Pendek.Com | Selamat Datang Pecinta Cerita Pendek
Cerita Pendek Cerita Kita merupakan kumpulan kejadian yang diambil dari kehidupan disekitar penulis.

Jaded ( Ini Bukan Suatu Kesalahan )


Tidak semuanya akan hilang,  karena Selalu ada yang tersimpan
,Termasuk kamu
 (abails)

 “ Hallo, Samsul ?”
“ Ya, saya sendiri”
“ Hei ! ini Jaded,di Jogja kah kau sekarang?”
Itu percakapan telepon di pagi hari yang cukup mengejutkan. Dari seorang teman lama yang membuatku termenung sesaat, mengusik memori  masa lalu.

Read More → Jaded ( Ini Bukan Suatu Kesalahan )

Surat Untuk Tuhan

Dear God..
Semoga Kau tetap dalam singgasana kekuasaanMu

Tuhan.. bulan ini aku telah melakukan banyak kesalahan, hampir-hampir melanggar janji yang telah ku buat. Tuhan.. aku telah berusaha menjaganya, namun ada kekuatan besar yang ikut campur di dalamnya (aku curiga kaki tanganmu terlibat ). Telah ku coba menghadapinya namun godaan ini begitu berat hingga aku harus bersembunyi beberapa saat.. Setelah lelah bersembunyi dan hampir putus asa akhirnya kuadukan masalah ini padaMu.

Read More → Surat Untuk Tuhan

ROBOT

Geta selalu punya kekhawatiran terhadap mesin, terutama benda-benda elektronik otomatis. Computer, televisi, air conditioner, dispenser dan handphone adalah benda-benda yang ia pikir merupakan konspirasi dari kekuatan tersembunyi. Sering ia terbangun dimalam hari hanya untuk melihat apakah jam wekernya berubah bentuk menjadi robot. Ya robot, mahluk yang ditakuti Geta saat ini adalah robot. Ia menerangkan padaku secara berbisik bahwa robot-robot kini sedang mengatur rencana untuk menguasai manusia. Dengan semangat namun tetap berbisik ia mencontohkan bagaimana handphone telah membuat manusia lebih menggantungkan diri pada benda kecil itu daripada berbicara langsung dengan manusia. “Tahukah kau?” katanya suatu hari, “ketika kita berbicara di handphone, sebenarnya kita sedang berbicara dengan robot !”.

Read More → ROBOT

SERIAL BANG TEGAR :“ HEI TEGAR, BODAT KAU !! masih kau salahkan aku,biar sambar petir kau nanti“ (calon Presiden dan wapres)

“ Ah Pak Tua mau kemana , necis kali., mampirlah dahulu?”
“ Ah sudahlah kau Tegar , habis rokokku kau hisap kalau ku mampir”
“ Pak Tua sudah tau , siapa saja calon Presiden Republik ini ?, duduklah dahulu, aku baru baca koran Pak Rustam pagi tadi, banyak beritanya ‘
“ Menumpang baca saja ulahmu ini, tentu banyak beritanya , namanya saja koran , pasti tak jauh-jauh dari yang ku tonton di televisi, kalau tak tepat memilih pemimpin habis republik ini !! ”
“ Itulah Pak Tua, aku sebagai pejuang muda ini perlu nasehat dari orang-orang seperti Pak Tua”
“ Ah kalau begitu minggirlah kau , aku duduk dulu”

Read More → SERIAL BANG TEGAR :“ HEI TEGAR, BODAT KAU !! masih kau salahkan aku,biar sambar petir kau nanti“ (calon Presiden dan wapres)

Serial Bang Tegar : Quick Count " “Tak mengerti aku kuik kon.., apa itu ?” Bagikan

“ Tegar… melamun saja kerjamu ini “
“ Oh Pak Tua, lama tak terlihat, duduklah dahulu “
“ Eh Tegar, benar apa Demokrat pemenang pemilu tahun ini ?’
‘Ku dengar begitu Pak Tua.., tapi baru hitungan quick caount nya saja”
“Tak mengerti aku kuik kon, apa itu ?”

Read More → Serial Bang Tegar : Quick Count " “Tak mengerti aku kuik kon.., apa itu ?” Bagikan

Serial Bang Tegar : Kategori Golput “ Alamak bangga kali kalian dengan golput !!” Bagikan

 “ Nah Holiday kenapa kau tak memilih kemarin ?”
“ Aku tak terdaftar di DPT bang..”
“ NAH.. !! apa ku bilang, ini bukan memilih untuk tidak memilih, ini namanya gak bisa memilih,… lalu kenapa kau bisa tidak terdaftar ?”
“ Di tempat kostku, tidak ada yang mendata bang”
“ Itu salahmu juga.. setiap ditagih sewa kost kau pindah ! setiap pindah tak lapor pak RT, pendatang gelap kau tuh !! wajar tak terdata…, jadi kau bukan kategori golput idealis, kau itu golput kategori alpa administrative, mengerti kau ?!!”
“ Iya bang “
“Ah..bagus kalau mengerti, bawa sini rokokmu itu !”

Read More → Serial Bang Tegar : Kategori Golput “ Alamak bangga kali kalian dengan golput !!” Bagikan

Serial Bang Tegar : "Masa Takut dengan Perempuan Bang.."

 “ Ha ha ha lagakmu tak berubah-rubah, oh ya sudah lama kau tak berkunjung ke sini, ada apa pula gerangan ?”
“ Aduh gimana abang nih, kalau tak berkunjung di cap lah aku nih sombong, kalau aku datang dicurigai pula ada maksud tertentu, serba salah aku bang “
“ Ha ha ha , Tegar..Tegar…, kau pikir abangmu nih bodoh, tau lah abang perangaimu, kecilmu dulu abang nihlah yang menggendong, jadi taulah abang otak kriminalmu itu”
“ Ah abang bisa saja, tidak seburuk itulah perangaiku”
“ Alah.. sudahlah, kenapa ? motormu di tilang lagi?”
“ Bukan bang “
“ Kau ribut di Lapo Tuak ?”
“ Buruk kali pandangan abang Rozag dengan aku”
“ Ya sudah, katakanlah sendiri apa maumuuu ..”
“ Ini bang, akuuuu.. ingin pinjam uang bang, sudah 3 bulan aku tidak bayar kost “
“ NAAHH, itulah ku bilang pasti ada maunya kau dengan abangmu ini”

Read More → Serial Bang Tegar : "Masa Takut dengan Perempuan Bang.."